ANALISIS PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MIE KERING DI PT.XYZ DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSI (FMEA) DAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA)

Gilang Labib Asyrofy, 2011510080 (2018) ANALISIS PERBAIKAN KUALITAS PRODUK MIE KERING DI PT.XYZ DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSI (FMEA) DAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA). Undergraduate thesis, Universitas Internasional Semen Indonesia.

[img] Text (ABSTRAK)
5. ABSTRAK.pdf

Download (235kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (382kB)
[img] Text (BAB I)
10. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (349kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
15. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (232kB)
[img] Text (FULLTEXT)
MANAJEMEN REKAYASA - GILANG LABIB ASYROFY.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img] Text (FULLTEXT DOC)
GILANG LABIB ASYROFY 2011510080.docx
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Kualitas merupakan faktor penting pada suatu perusahaan dalam dunia persaingan industri. PT. XYZ merupakan perusahaan yang fokus bergerak di bidang industri makanan, khususnya mie kering. Dari produk yang telah dibuat terdapat beberapa produk yang mengalami kecacatan dalam proses produksi, antara lain adalah mie patah dan mie gosong. Upaya yang dilakukan untuk pengendalian produk gagal tersebut adalah dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi dan menganalisis kegagalan yang terjadi. Tujuan dari penggunaan FMEA untuk menganalisis proses dan mode kegagalan mana yang sangat mempengaruhi produk cacat dengan memberikan nilai atau rating pada setiap prosesnya. Dalam metode ini, pemberian nilai dibagi menjadi tiga, diantaranya yaitu nilai severity, nilai occurance, dan nilai detection. Setelah pemberian nilai, maka didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN) dengan cara mengalikan nilai severity, nilai occurance, dan nilai detection. Setelah mendapatkan nilai RPN, kemudian mencari RPN rata-rata. Pada proses yang memiliki nilai RPN di atas ratarata akan dijadikan sebagai top level event pada diagram FTA. Berdasarkan analisis dengan metode FMEA diperoleh nilai RPN rata-rata sebesar 127.5 Dari nalisis tersebut diperoleh nilai RPN diatas rata-rata atau rsiko dengan kategori kritis, yaitu tekanan boiler tidak stabil sebesar 442, baki tersangkut sebesar 359, pergantian spare part pisau kurang diperhatikan sebesar 245 dan spesifikasi mie kecil sebesar 219,5. Setelah mendapatkan 4 kategori kritis maka langkah selanjutnya membuat FTA. Dari analis dengan metode FTA maka didapatkan bahwa tekanan boiler mempunyai basic event yaitu hemat biaya, konsistensi pelangang kurang, umur pakai dan kurang perawatan. Baki tersangkut mempunyai basic event permintaan meningkat. Pergantian spare part pisau kurang diperhatikan mempunyai basic event pekerja tidak paham SOP dan pekerja lalai. Wiremesh longgar mempunyai basic event quality control yang tidak terstadarisasi dan kurangnya mesin produksi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: 65/KK.18/UISI-01/MR
Uncontrolled Keywords: Mie, Kualitas, FMEA, FTA
Contributors:
ContributionNameEmail
Thesis advisorShanti Kartika Sari, S.T., M.S.shanti.sari@uisi.ac.id
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Department of Engineering Management
Depositing User: Mahasiswa UISI
Date Deposited: 25 Jun 2020 08:30
Last Modified: 27 Jul 2020 13:57
URI: https://repository.uisi.ac.id/id/eprint/224

Actions (login required)

View Item View Item